Sunday, 8 June 2014
AKU SEORANG NAHKODA
Nahkoda Keluarga...
Kusebutkan nama di setiap doa, teruntuknya
dengan segala anugerah dan ijinNya. Yang bilamana tertakdir untuk berjodoh maka
dekatkanlah ya rabb jikalau bukan maka pertemukanlah kelak di Surga bersama
umatMu.
Tersirat di bumi belahan sana, mereka yang
menahkodakan kapal dengan cara ilegal. Sungguh mereka tak mengetahui betapa
besarnya gulungan ombak yang siap menenggelamkan kapalnya. Astagfirullah semoga hamba bukan termasuk
satu diantara nahkoda itu.
Jikalau ada 10 nahkoda terbaik dunia yang menahkodakan kapalnya dengan legal, maka aku harus satu diantaranya.
Jikalau ada 10 nahkoda terbaik dunia yang menahkodakan kapalnya dengan legal, maka aku harus satu diantaranya.
TITANIC? Sebagian dari mereka yang sangat
mengidamkannya. Tapi bukan teruntuk saya.
Bukan kapal itu yang menyambungkan poros
rantai hati. Dikabarkan bahwa kapal tersebut tenggelam menabrak
bongkahan es di akhir cerita. Bukan karena kapalnya, tapi nahkodanya.
Hei cerita, sebelum kapal melepas jangkar
ada beribu-ribu orang sorak gelora berkesempatan menaiki kapal megah bernama "TITANIC". Namun dilema, didalam kapal terbagi menjadi 2 ruang untuk menikmati pesta didalam kapal. Ruang
untuk orang kaya dan ruang untuk orang miskin. Tapi nahkoda yang membawa mereka
membiarkan saja adanya pembatasan ruang tersebut. Sedangkan segala sesuatu yang terjadi didalam kapal adalah tanggung jawab si nahkoda. Aku tidaklah ingin membatasi silahturahim antara si miskin dan si kaya nanti di acara pesta besarku. Menyatu karena pada dasarnya semua umatMu ya rabb.
Seusai pesta berlalu, aku ingin merawat, menjaga dan melindungi kapal ini beserta isinya dari fitnah dunia.
Aku akan membawa kapal ini menuju dermagaMu ya Allah, bismillah...
Wednesday, 21 May 2014
Keluarga Mien R Uno Foundation Batch V
Kamilah 50 mahasiswa wirausaha terpilih yang tergabung dalam Mien R Uno Foundation batch V
Foto Kegiatan Training episode 1 di Jakarta "THE CHOICE IS YOURS"
Foto Kegiatan Training episode II di Yogyakarta "Big Bold Actions For Business Breakthroughs"
Foto Kegiatan Training episode III di Bandung "Marketing Your Business, To Make Selling Superfluous"
COMING SOON Training IV di SURABAYA...
Monday, 19 May 2014
HARMONISASI ILMU KOMUNIKASI & KEPEMIMPINAN
Saya
Dwi Okta Mahardika mahasiswa Ilmu Komunikasi'10 di Telkom University. Saya
memutuskan untuk memilih jurusan Ilmu Komunikasi di kala itu dikarenakan sebuah
pertanyaan klasik. Apa yang pertama kali dilakukan ketika kita dilahirkan?
"Komunikasi" ya KOMUNIKASI. Kita mengenalkan diri pada semesta raya
dengan cara menangis, merengek, serta menggertakkan raga seluruh tubuh, dan
cara tersebut merupakan komunikasi dengan cara verbal & non verbal.
Cita-cita
saya, ingin menjadi salah satu pemimpin terbaik yang berkarakter dalam
kepimpinan dan punya teknik komunikasi layaknya Ir.Soekarno dan Obama. Mereka
adalah role model bagi saya, karena mereka merupakan orang-orang terpilih yang
memimpin negeri dengan publik speaking dan komunikasi yang dapat memukau
publik. Merekalah bagi saya pemimpin yang punya perpaduan indah komunikasi dan
kepemimpinan. Gaya bahasa dan gaya tubuh Ir.Soekarno & Obama saat pidato
didepan rakyatnya sangat memukau dan menggetarkan jiwa.
Soekarno dikenal karena gaya
komunikasinya yang meledak-ledak, penuh semangat juga pola komunikasinya dengan
konteks rendah dan tegas. Gaya tubuh dan bahasa yang membakar semangat
rakyatnya, tidak heran kalau Soekarno dijuluki sebagai Plokamator dan bapak
bangsa Indonesia. Dan kata-kata soekarno yang selalu dikenal "beri aku
satu pemuda maka akan kucabut Semeru sampai ke akar-akarnya dan beri aku 10
pemuda maka akan kuguncang dunia".
Gaya komunikasi Obama yang karismatik, tenang, dengan
tutur kata dan intonasi suara yang teratur dan baik, serta sikapnya yang selalu
memperlihatkan penghargaan dan atensi penuh kepada audiensnya telah sukses
membentuk dan membangun citra Obama yang credible, inspiring, dan presidensial
di mata publik.
Saya selalu memadukan harmoni ilmu Komunikasi
dan gaya kepemimpinan dalam setiap gerakan. Terkadang para pemimpin lupa akan komunikasi,
mereka hanya mengandalkan suara rakyat dan kualitas pribadi. Tapi bagi saya,
komunikasi adalah jangka panjang, dimana terjalin hubungan diantara kata-kata
dan terbait dalam suatu pemahaman diantara 2 individu yang tertuju.
Ilmu Komunikasi dan kepemimpinan akan
melahirkan suatu mahakarya tanggung jawab yang dinamakan “Amanah”. Sesuatu yang
begitu berat dan beresiko bagi saya bila bicara perihal amanah, karena pemimpin
harus beramanah. Dalam hati, mengemban amanah sangatlah berat ketika tidak
dibarengi dengan totalitas, komitmen, dan tanggung jawab serta konsistensi
diri. Terus belajar dan mencoba meminimalkan rasa takut beresiko, itulah saya.
Bagi saya lebih beresiko tidak memilih apapun daripada harus memilih salah satu
yang beresiko.
Di dalam perjalanan status mahasiswa saya,
dan dengan mengandalkan harmonisasi Ilmu Komunikasi dan kepemimpinan,
alhamdulillah saya pernah diamanahkan untuk menahkodai beberapa organisasi,
kegiatan dan acara. Diantaranya :
Ketua Angkatan Mien R Uno Foundation V
Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) PT TELKOM 2012-2013
Ketua Aufklarung Event Organizer
Ketua SKM Competition (Sekolah Komunikasi Multimedia Competition) 2011
Ketua YEC (Young Entrepreneur Camp) 2011
Ketua Lake Side Market 2012
Hai gerilya muda, pastikan
diri kalian nanti akan menjadi seorang pemimpin. Maka persiapkan dari sekarang,
sebelum jatuh dipemikiran yang salah dan dzalim. Ingat, sebuah keluarga juga
butuh seorang pemimpin, dan kalian adalah satu diantaranya.
“Jika saya, teruntuk mereka
terbait dalam satu nada maka bantu hamba untuk menjalankan skenario ini ya Rabb”
Wednesday, 7 May 2014
BEASISWA WIRAUSAHA
Pendaftaran Beasiswa Wirausaha MRUF Envoy VI gelombang 2
sampai 18 Juni 2014
Mien R. Uno Foundation – Entrepreneur Development Scholarship for Youth Program (MRUF ENVOY Program) adalah Program Beasiswa bagi mereka yang pernah atau sedang berwirausaha. Selain Beasiswa, para mahasiswa akan mendapatkan Training, Coaching, Konsultasi Bisnis dan Fasilitasi Pameran dalam merealisasikan dan mengembangkan unit usahanya. Tujuan dari program ini adalah agar mahasiswa yang berasal dari keluarga berpendapatan rendah mampu mandiri dalam menamatkan kuliahnya, serta dapat memperbaiki kondisi keluarga dengan berwirausaha.
SYARAT:
1. Mahasiswa program D3/D4/S1 yang berada di semester III atau V.
2. Usia maksimal 24 tahun.
3. IPK minimal 2,75 (melampirkan Transkrip Akademik).
4. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti program.
5. Pernah atau sedang menjalankan usaha minimal tiga bulan berturut-turut.
6. Berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan finansial. (tidak perlu melampirkan SKTM).
1. Mahasiswa program D3/D4/S1 yang berada di semester III atau V.
2. Usia maksimal 24 tahun.
3. IPK minimal 2,75 (melampirkan Transkrip Akademik).
4. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti program.
5. Pernah atau sedang menjalankan usaha minimal tiga bulan berturut-turut.
6. Berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan finansial. (tidak perlu melampirkan SKTM).
KETENTUAN:
- Mahasiswa yang berasal dari PTN/PTS/setingkat yang berada di wilayah Bandung, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta.
- Mengisi surat permohonan pengajuan beasiswa kepada MRUF.
- Bersedia mengikuti seleksi penerimaan beasiswa:
- Mendaftar melalui KSE (www.karyasalemba4.org) jika berasal dari Universitas ITB, ITS, UGM dan UNDIP.
- Mendaftar melalui PPSDMS-NF (www.ppsdms.org) jika berasal dari Universitas selain Universitas yang tersebut pada poin a.
- Sedang tidak menerima beasiswa dari lembaga lain.
- Bersedia untuk tidak mengajukan skema beasiswa apapun selama masa program dan setelah selesai program.
- Berkomitmen untuk mengikuti seluruh kegiatan program selama satu tahun, jika mengundurkan diri, maka wajib mengganti biaya program.
- Bersedia mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh MRUF.
- Berencana untuk memilih profesi pengusaha.
- Menulis esai mengenai “Peran dan Kontribusi terhadap Masyarakat dan Bangsa dalam 5 Tahun”. (maksimal 3 halaman A4, 1 spasi dan font Times New Roman 12).
- Form Pendaftaran, Surat Permohonan Pengajuan Beasiswa dan Esai dikumpulkan via email.
jika berasal dari Universitas selain Universitas yang disebut di atas
Bagi para pendaftar yang berminat silahkan mengikuti langkah berikut:
- Facebook PPSDMS Nurul Fikri, silahkan like facebook PPSDMS Nurul Fikri DI SINI
- Twitter PPSDMS Nurul Fikri, silahkan follow twitter PPSDMS Nurul Fikri DI SINI
- Download Formulir dan SCA (Spiritual Capital Assessment) DI SINI
Kirim Berkas ke email ppsdms --> wirausaha@ppsdms.org(Format Berkas: Nama_Univ_Regional.rar/zip) -> Contoh: Ari_STEI_Semarang.rar
Batas Akhir Pendaftaran sampai dengan 18 JUNI 2014 !!!!
more information http://mruf.org/pendaftaran-beasiswa-wirausaha-mruf-envoy-dibuka
Jadilah satu diantara mahasiswa terpilih di MRUF Envoy VI
Monday, 28 April 2014
Team yang menjaga salat
Terima kasih ya Allah telah menuntunku
untuk team dan team untuk saya dalam satu ikatan silahturahmi di Full House
Catering.
Saya sangat menghargai bagi mereka yang
berwirausaha tapi menjaga salatnya. Dalam usaha catering ini mungkin masih
terdiri dari 4 orang, ibu upi sebagi superkoki, dan pak dargo sebagai suami
superkoki yang sangat menjaga keharmonisan catering dan keluarga, kemudian ada
2 ranger mahasiswa tingkat akhir okta dan rijal yang memanage Full House
Catering.
Tahap awal kita sedang membangun pondasi
yang kuat, pengin tahu cerita kelanjutannya? Hei gerilya muda, tunggu satu bulan lagi ya biar
ada kejadian dulu baru ada cerita.
Renungan
SubhanAllah, sungguh malamMu yang terlihat
lebih terang: bila kita mengetahui
cara menerangkannya.
Diantara gelap malam, ada sebilah waktu
yang dapat mendekatkan kita kepadaNya.
Tapi seonggok daging ini terkadang tak
mempedulikan waktu itu, tengah lelapnya tidur ini. Namun beberapa
berlomba-lomba untuk memanfaatkan waktu ini untuk mencari titik terdekat
denganMu ya rabb.
Dialah waktu sepertiga malam
Sunday, 27 April 2014
Semakin Kesini Semakin Menjadi Manusia
Pelangi-pelangi, balonku ada lima, naik2 ke
puncak gunung itu merupakan lagu yang wajib dinyanyikan ketika uang 500 perak
masih bisa dibelanjakan untuk 1 buah anak mas, dan empat buah permen karet
yosan. Favorit banget dikala itu.
Sedikit mengenang masa lalu
Rezim berlalu, kini hanya ada sapaan dari
mendiang "piye kabare? Penak jaman ku tow? Ya karena semakin kesini pula
Nusantara eh ralat Indonesia maksudnya semakin diuji Indonesianya. Yang mana
para pemimpin bangsa ini sudah tidak lagi memimpin bangsa, tapi memimpin
kezaliman bangsa. Lempar pertanyaan bung? Silahkan..
Menurut anda lebih baik Indonesia dipimpin
oleh pemimpin yang agamanya kuat tapi kepimpinannya kurang atau pemimpin yang
kepemimpinannya bagus tapi agamanya kurang?
Boleh saya tanggapi? Silahkan..kalau
menurut saya lebih baik punya pemimpin yang agamanya kurang tapi kepimpinannya
bagus. Alasannya apa bung? Ya dikarenakan kalau kepimpinannya bagus itu
urusannya langsung rakyat dan tanah air, sedangkan masalah agama urusannya
hanya pemimpin dengan Allah SWT yang mengetahui.
Maaf saya ga sependapat bung, menurut saya
harus punya agama yang kuat untuk pemimpin bangsa ini. kenapa? Simple saja,
kebanyakan yang agamanya kuat mereka akan menjaga amanah dan kewajibannya.
Hmmm, kalau menurut kalian bagaimana?
Pusing ya mikirin bangsa ini? Ya begitulah
negara demokrasi. Kembali kejudul saja "semakin kesini semakin menjadi manusia".
Lahir, tumbuh, besar dan kini tengah menjalani masa muda dengan segelimang
dosa, ya Allah....
Merasa masih banyak dosa daripada do'a,
dimana pribadi ini masih mencari karakter dan jati diri. Takut rasanya bila
dosa dan doa ditimbang sekarang, astagfirullah.
Menjalankan tugas sebagai manusia itu
sangatlah berat, apalagi diamanahkan sebagai ciptaan Allah yang paling
sempurna. Ketika dilahirkan subhanallah sekali kita bisa melihat segala anugrah
sang kuasa,, tapi beranjak dewasa dan kini amatlah sangat terasa rasanya
menjadi manusia yang ditanggungkan untuk
menjadi kalifah di bumi.
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. "Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? "Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
(Q.S. Al-Baqarah: 30)
(Q.S. Al-Baqarah: 30)
Manusia tidak hanya sebagai khalifah di bumi tapi juga harus mampu memahami isi kandungan Alqur'an, secara tertulis maupun tidak tertulis. Yang saya takutkan adalah ketika masa muda
dihabiskan untuk mengarungi keindahan surga dibumi tanpa menyiapkan segala
sesuatu setelah ini.
Bismillah lancarkan hambaMu untuk melaju
dijalan lurusMu ya Allah....
Thursday, 24 April 2014
Rindu padang
"Dimana bumi kupijak disitu langit kujunjung" oleh-oleh quote dari Padang. Indahnya pelangi dari atas langit dan nikmatnya salalua, nasi kapau, teh talua, katupek gulai, sate padang, rendang telor dkk.
Final Lomba "ACCOUNTS" Universitas Andalas
Ya, tepat tanggal 15-17 Maret 2013 saya dan kedua teman saya, himsa dan feni berkelana ke Padang untuk berkompetisi di final lomba tingkat national "ACCOUNTS" Unand setelah beberapa hari sebelumnya mengikuti proses penyeleksian peserta yang masuk sesi final.
Ssssssttt, pengalaman pertama naik pesawat pemirsa. Ya walaupun 3 hari sebelum berangkat kita berpusing ria mencari dana untuk akomodasi ke Padang, dan BINGGOOO proposal yang kita ajukan ke Yayasan Pendidikan Telkom untuk pendanaan lomba di ACC. Prinsip saya adalah ketika kita berkompetisi atau berkelana dengan membawa nama baik kampus, maka saya tidak akan mengeluarkan sepeserpun biaya kecuali hal-hal tertentu.
Ya berhubung pertama kalinya naik pesawat, saya dan himsa selalu dijadikan bahan ejekan si Feni, #RAR. @#$%^&*@#$%^&*)
Ssssssttt, pengalaman pertama naik pesawat pemirsa. Ya walaupun 3 hari sebelum berangkat kita berpusing ria mencari dana untuk akomodasi ke Padang, dan BINGGOOO proposal yang kita ajukan ke Yayasan Pendidikan Telkom untuk pendanaan lomba di ACC. Prinsip saya adalah ketika kita berkompetisi atau berkelana dengan membawa nama baik kampus, maka saya tidak akan mengeluarkan sepeserpun biaya kecuali hal-hal tertentu.
Ya berhubung pertama kalinya naik pesawat, saya dan himsa selalu dijadikan bahan ejekan si Feni, #RAR. @#$%^&*@#$%^&*)
Subhanallah indah sekali pemandangan dari atas langit, pandangan mata tertuju pada gunung krakatau. Perjalanan ini mengantarkan saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di bumi Sumatera. Selamat datang di Minangkabau
ELOK bana suasana ranah minang, kental sekali budayanya subhanallah. Dari bandara kita naik bus menuju hotel Axana tempat gathering dan brifieng sebelum lomba dilaksanakan keesokan harinya, tepatnya waktu itu hari kamis malam. Bentar, hotel Axana? Btw hotel Axana adalah perubahan nama dari Hotel Ambacang yang dulunya runtuh karena gempa Padang, konon ceritanya diantara reruntuhan bangunan masih ada jenazah yang belum di evakuasi karena reruntuhan bangunan yang tidak memungkinkan. Untuk membuang masa lalu dan menghindari omongan berkepanjangan, bergantilah nama hotel Ambacang menjadi Hotel Axana yang merupakan salah satu hotel ternama di kota Padang.
!@#$%^&*()_+ brifing usai, waktunya pulang.
Nah ini, enaknya punya relasi dimana-mana, disaat peserta lain nginep dihotel dengan akomodasi ditanggung sendiri, saya nginep di kontrakan teman yang pernah ikut dalam organisasi yang sama. Namanya bang Azmi, Bang dian, dan 2 orang lagi saya lupa namanya yang waktu itu pernah gathering bersama di Bandung, mereka semua adalah mahasiswa teknik mesin Universitas Andalas. Jarak hotel ke kontarakan kawan lumayan jauh sekitar 3-5 KM, karena Unand tidak berada ditengah kota tapi di bukit samping kota. Menuju kontrakan mereka saya diantar oleh salah satu panitia lomba, namanya lupa kalau aslinya daerah Painan, masih Sumbar juga. Tapi ada beberapa hal yang paling saya ingat dari dia :
1. yang = nan
2. pergi = pai
3. dapet = dapek
Itu kunci dasar belajar bahasa minang katanya. Thx banget sob.
Sesampai di kontrakan,benar-benar penyambutan ala anak kos-kosan, senang sekali bisa silahturahim dengan mereka. Langsung datanglah martabak mesir, terima kasih bang (uda kalau bahasa minangnya) Azmi. Nah, ini yang unik pemirsa dari kondisi kos-kosan di Padang, kalau di Jawa itu satu mahasiswa satu kamar ya maksimal 1 kamar buat 2 orang. Tapi disini sungguh kental mungkin ikatan tali persaudaraannya, satu kamar buat 6 orang bro dan itu rata-rata begitu. Next, awak (aku maksudnya, maklum sudah 7 jam ada di minang). Laper lagi, akhirnya nyari pula makanan di samping Unand. Sate minang? ya, berbeda sekali dengan sate minang yang sering kita temui di Jawa, benar-benar bumbu rempahnya maknyus banget kalau kata om Bondan Winarno. Dan baru tau, kalau sate minang pakainya daging sapi bukan kambing atau ayam, rancak bana pokoknyo.
Sangat salut untuk kali ini, jam 9 malam mahasiswa sudah jarang beraktivitas diluar terutama untuk wanitanya. Jarang sekali menemui mahasiswa di jam-jam segitu, rata-rata pada dikosan it's jokoWOW. Yang terpikir dalam benak, apakah mereka dikosan mengerjakan sesuatu yang menunjang kuliah atau memang mahasiswanya kurang pro dalam civitas non akademik kampus, mungkin budayanya yang membuat situasi seperti sedemikian rupa.
Nah kalau yang satu ini terserah deh mau percaya atau tidak. Jadi begini kronologinya, waktu itu muter-muter dulu cari alfamart atau indomart dan sejenisnya gitu lah, ya beli-beli apa gitu buat obrolan hangat dengan kawan-kawan yang lain malamnya. Muter sana, muter sini dan #RAR banget pokoknya, TERNYATA DI PADANG ITU GA ADA YANG NAMANYA ALFAMART DAN INDOMART ya salam. Hai kawan, kenapa ga bilang daritadi!!!. Ada positif dan negatifnya sob, jadi begini rangkumannya:
Positif : semua sektor usaha dikuasai pihak lokal, pihak dari luar susah untuk mendirikan usaha bla bla bla di Padang, jempol untuk pemerintahannya. Satu lagi, bank di sini bukan kayak di Jawa dimana BCA, Mandiri, BNI dkk merajalela namun Bank Alek Nagari di sini menjadi top of mind masyarakat Sumbar. Dimana-mana ada bank dan atm Alek Nagari, dan jangan berharap kalian pergi ke Padang menemukan atm BCA, Mandiri, BNI sesemudah di Jawa. Cobain sendiri saja pemirsa.
Negatifnya: nanti kalian pergi ke Padang saja, biar tahu jawabannya. (Pelit informasi nih? no!! biar kalian punya cerita juga)
Oke, beli gorengan aja deh. Bara uda? beuh, apa tuh ==> Berapa mas? Oooo.
Ya, karena uda ( ee sudah, nanti kalau "Uda" dikira mas) beli beberapa cemilan, beli gorengannya cuma 6ribu. "Ini uda" tak lihat cuma dapat 6 biji dan kecil-kecil, mahal juga ya di saat gorengan di bandung masih 500 perbiji di sini 1000 per biji. Terus, kalau disini makan ala mahasiswa misal nasi, ayam, sayur itu 15rb dibandingkan dengan harga dibandung waktu itu hanya 8-10ribu. Telor di bandung 2ribu, disini 4-5ribu perbiji. Ya begitulah.
Obrolan malam yang hangat bersama kawan-kawan Unand, thanks banget sob salam saudara.
Rrrrrttt rrrrtttt rrrrttt rrrrttt, alarm jam 4 bunyi, bergegas siap-siap menuju hotel Axana lagi karena tempat berlangsungnya lomba disitu. Mandi, kemudian salat subuh jam setengah 5 dan lanjut baca-baca dikit materi lomba. Waktu menunjukkan pukul 05.15 WIB, Allahu Akbar Allahu Akbar.... Itu suara adzan uda? tanyaku kepada kawan, iya itu adzan. Kalian pasti memikirkan sesuatu yang sama seperti saya, karena kalian mengetahuinya maka lanjut cerita berikutnya.
Pagi jam 6 kurang , dengan arahan jalan menuju hotel akhirnya ngangkot pula saya. Wow, amazing!! kenapa?
Teh Talua, tahukah kalian itu teh apa? Mungkin wujudnya seperti coffee blend, tapi teh talua adalah percampuran teh hangat yang di campur dengan telor mentah. Rasanya hmmm mantap, dan hangat di badan tapi bagi yang pertama kali lihat atau mencoba mungkin rasanya agak aneh karena efek telor mentahnya. Untuk 1 gelas teh talua harganya 6 ribu, murah bukan?? ya, segeralah kalian untuk mencobanya. Ga akan nyesel deh pergi ke Bukit Tinggi untuk segelas Teh Talua.
Biar tahu lebih tentang kota Bukit Tinggi simak videonya ya..
Foto Hotel Axana (No Hoax gan)
!@#$%^&*()_+ brifing usai, waktunya pulang.
Nah ini, enaknya punya relasi dimana-mana, disaat peserta lain nginep dihotel dengan akomodasi ditanggung sendiri, saya nginep di kontrakan teman yang pernah ikut dalam organisasi yang sama. Namanya bang Azmi, Bang dian, dan 2 orang lagi saya lupa namanya yang waktu itu pernah gathering bersama di Bandung, mereka semua adalah mahasiswa teknik mesin Universitas Andalas. Jarak hotel ke kontarakan kawan lumayan jauh sekitar 3-5 KM, karena Unand tidak berada ditengah kota tapi di bukit samping kota. Menuju kontrakan mereka saya diantar oleh salah satu panitia lomba, namanya lupa kalau aslinya daerah Painan, masih Sumbar juga. Tapi ada beberapa hal yang paling saya ingat dari dia :
1. yang = nan
2. pergi = pai
3. dapet = dapek
Itu kunci dasar belajar bahasa minang katanya. Thx banget sob.
Sesampai di kontrakan,benar-benar penyambutan ala anak kos-kosan, senang sekali bisa silahturahim dengan mereka. Langsung datanglah martabak mesir, terima kasih bang (uda kalau bahasa minangnya) Azmi. Nah, ini yang unik pemirsa dari kondisi kos-kosan di Padang, kalau di Jawa itu satu mahasiswa satu kamar ya maksimal 1 kamar buat 2 orang. Tapi disini sungguh kental mungkin ikatan tali persaudaraannya, satu kamar buat 6 orang bro dan itu rata-rata begitu. Next, awak (aku maksudnya, maklum sudah 7 jam ada di minang). Laper lagi, akhirnya nyari pula makanan di samping Unand. Sate minang? ya, berbeda sekali dengan sate minang yang sering kita temui di Jawa, benar-benar bumbu rempahnya maknyus banget kalau kata om Bondan Winarno. Dan baru tau, kalau sate minang pakainya daging sapi bukan kambing atau ayam, rancak bana pokoknyo.
Sangat salut untuk kali ini, jam 9 malam mahasiswa sudah jarang beraktivitas diluar terutama untuk wanitanya. Jarang sekali menemui mahasiswa di jam-jam segitu, rata-rata pada dikosan it's jokoWOW. Yang terpikir dalam benak, apakah mereka dikosan mengerjakan sesuatu yang menunjang kuliah atau memang mahasiswanya kurang pro dalam civitas non akademik kampus, mungkin budayanya yang membuat situasi seperti sedemikian rupa.
Nah kalau yang satu ini terserah deh mau percaya atau tidak. Jadi begini kronologinya, waktu itu muter-muter dulu cari alfamart atau indomart dan sejenisnya gitu lah, ya beli-beli apa gitu buat obrolan hangat dengan kawan-kawan yang lain malamnya. Muter sana, muter sini dan #RAR banget pokoknya, TERNYATA DI PADANG ITU GA ADA YANG NAMANYA ALFAMART DAN INDOMART ya salam. Hai kawan, kenapa ga bilang daritadi!!!. Ada positif dan negatifnya sob, jadi begini rangkumannya:
Positif : semua sektor usaha dikuasai pihak lokal, pihak dari luar susah untuk mendirikan usaha bla bla bla di Padang, jempol untuk pemerintahannya. Satu lagi, bank di sini bukan kayak di Jawa dimana BCA, Mandiri, BNI dkk merajalela namun Bank Alek Nagari di sini menjadi top of mind masyarakat Sumbar. Dimana-mana ada bank dan atm Alek Nagari, dan jangan berharap kalian pergi ke Padang menemukan atm BCA, Mandiri, BNI sesemudah di Jawa. Cobain sendiri saja pemirsa.
Negatifnya: nanti kalian pergi ke Padang saja, biar tahu jawabannya. (Pelit informasi nih? no!! biar kalian punya cerita juga)
Oke, beli gorengan aja deh. Bara uda? beuh, apa tuh ==> Berapa mas? Oooo.
Ya, karena uda ( ee sudah, nanti kalau "Uda" dikira mas) beli beberapa cemilan, beli gorengannya cuma 6ribu. "Ini uda" tak lihat cuma dapat 6 biji dan kecil-kecil, mahal juga ya di saat gorengan di bandung masih 500 perbiji di sini 1000 per biji. Terus, kalau disini makan ala mahasiswa misal nasi, ayam, sayur itu 15rb dibandingkan dengan harga dibandung waktu itu hanya 8-10ribu. Telor di bandung 2ribu, disini 4-5ribu perbiji. Ya begitulah.
Obrolan malam yang hangat bersama kawan-kawan Unand, thanks banget sob salam saudara.
Rrrrrttt rrrrtttt rrrrttt rrrrttt, alarm jam 4 bunyi, bergegas siap-siap menuju hotel Axana lagi karena tempat berlangsungnya lomba disitu. Mandi, kemudian salat subuh jam setengah 5 dan lanjut baca-baca dikit materi lomba. Waktu menunjukkan pukul 05.15 WIB, Allahu Akbar Allahu Akbar.... Itu suara adzan uda? tanyaku kepada kawan, iya itu adzan. Kalian pasti memikirkan sesuatu yang sama seperti saya, karena kalian mengetahuinya maka lanjut cerita berikutnya.
Kontrakan kawan
Pagi jam 6 kurang , dengan arahan jalan menuju hotel akhirnya ngangkot pula saya. Wow, amazing!! kenapa?
Penampakan dari luar
Penampakan dari luar
Penampakan dari dalam
Penampakan dari dalam
GAMBAR NO HOAX NO TIPU TIPU
Bayar per angkot cuma 2 ribu, dan sesampainya di hotel saya langsung bertanya pada salah satu peserta lomba yang kebetulan dari Unand. Intinya gini '' Iya, angkot di Padang memang gitu semua modelnya, kalau ga gitu angkotanya ga laku karena g kece dan keren bahkan anak mudanya ga mau kalau naik angkot yang biasa-biasa saja". Ya, bisa dibayangkan kalau yang naik itu sesepuh kita dan dididalam musiknya super bass volume superior.
Untuk lombanya sekiranya no cerita, gambar saja
TEAM
Team dan LO "Anisa Unand"
Narsis dulu
Tarian Minang
My time
After Competition
Peserta Lomba
Hari selanjutnya Tour Salingka alias tour keliling => Danau Singkarak & Bukit Tinggi
Ada pepatah mengatakan "Belum ke Sumbar katanya kalau belum mampir ke Bukit Tinggi"
Paginya sebelum menuju Danau Singkarak dan Bukit Tinggi, dihantarkanlah kami ke kampus Universitas Andalas untuk melihat kondisi kampus disana. Yang paling menarik dari Universitas ini selain tempatnya ada dibukit juga karena bangunannya yang megah dan bentuknya unik menyerupai gedung-gedung power rangers.
Kampusnya sangat kondusif untuk civitas akademik, karena jauh dari keramaian. Elok Bana Subhanallah
Ngomong-ngmong perjalanan dari Padang ke Bukit Tinggi membutuhkan waktu selama 2-4 jam, dan melewati bukit barisan serta jalanan yang super ekstrim. Ada satu kota yang menarik untuk diceritakan yaitu kota SOLOK, kental sekali budaya minangnya dan masih terlihat bangunan-bangunan kuno Minang yang Indah, dan sayang sekali misal ketiduran diperjalanan. Paling seru ketika jalan menuju Bukit Tinggi itu melintasi jalan raya yang jaraknya berkisar hanya 5-8 meter dari bibir danau Singkarak, berkelok-kelok dengan jarak yang jauh melintasi pinggiran danau Singkarak yang amat luas.
Sedikit testimoni di danau Singkarak
Sampai juga di Bukit Tinggi, Suasananya sejuk dan jauh dari bingar. Coba tebak, yang paling terkenal dari Bukit Tinggi apa? Ya, benar Jam Gadang alias Jam Besar.
Himsa, Feni & saya
Ga afdol kalau ke Bukit Tinggi cuma narsis di depan jam gadang, yuk waktunya berburu kuliner khas Bukit Tinggi.
Nah, di Bukit Tinggi kami bertiga nyobain makanan khas sini yaitu Nasi Kapau dan Teh Talua. Nasi Kapau itu kalau di Jawa seperti nasi rames, tapi disini isinya macam-macam. Langsung cek gambar saja ya. RANCAK BANA maaak. Tamboah ciek!! Nasi kapau terdiri dari nasi, usus, krecek, sayur nangka terus apalagi ya lupa. Bagi lidah-lidah non Sumbar akan terasa kaget merasakan masakan asli sini karena rempahnya yang cetar di lidah. Untuk 1 porsi nasi kapau dihargai 12 ribu waktu itu. Kalau pengin nyobain bisa langsung ke TKP tepatnya di pasar Bukit Tinggi.
Biar tahu lebih tentang kota Bukit Tinggi simak videonya ya..
Nah untuk oleh-oleh dari Bukit Tinggi sendiri sebenarnya ada banyak kawan, hanya saja waktu itu saya hanya beli telor rendang dan keripiki balado pastinya. Belum ke Padang kalau belum beli keripik Balado, kata pepatah lagi. Keripik balado itu keripik tela yang di balut bumbu pedas ala Minang, kalau di daerah Jawah mungkin namanya slondok pedas. Dan paling terkenal di Minang untuk keripik balado itu ada Keripik Balado merk Christine Hakim dan Shirley. Seperti di bawah ini penampakan dari kripik balado dan rendang telor.
Keripik Balado
Rendang Telor
Next, kami bertiga turun di tengah perjalanan menuju Kota Padang dan meninggalkan rombongan, karena si Feni yang kebetulan asli Minang mengajak kita berdua untuk mampir ke rumahnya tepatnya di Kota Pariaman, kurang lebih satu jam dari kota Padang. Masih ingatkan kota Pariaman yang dulu pernah kena musibah gempa beberapa tahun silam. Turut berduka cita semoga mereka yang tiada di terima di sisiNya.
Kuliner? harus & wajib!
Di Pariaman ada gorengan unik kawan, yang katanya hanya bisa di jumpai di kota tersebut. Namanya "Salalua", bingung juga mau ngejelasinnya itu terbuat dari apa intinya bentuknya bulet-bulet mirip perkedel, tapi rasanya merekah di lidah.
Salalua
Itu baru cemilan pembukanya saja kawan, ada lagi main menunya mmmm Katupek Gulai namanya. Bu, Katupek Gulainyo ampek yo ( karena waktu itu kami makan berempat > 4=ampek). Dan it's time to Allahumma barik lana fima rozaktana wakina a'za bannar.
Katupek Gulai
Katupek Gulai itu Ketupat Gulai yang bedain sebenernya hanya dari campuran dan pelengkapnya saja tentunya dengan bumbu rempah Minangnya. Tapi yang bikin ngeh banget karena ada tunjang kerbaunya, penasaran kan gimana rasanya? Semoga jodohmu orang Minang kawan biar bisa merasakan lezatnya kuliner Minang. Elok bana gadih- gadih ka Minang hahahaha.
Sudah kenyang, waktunya menikmati wisata di Kota Pariaman. Kebalik ya, harusnya wisata dulu baru kuliner tapi memang kuliner Minang membelokkan pikiran. Karena terburu waktu, kami bertiga hanya berkeliling kota Pariaman dan mengunjungi pantai Gandoriah yang letaknya memang dekat sekali dengan Kota. Gratis!!! pantai sebagus ini masuknya gratis? Ga tau dah dengan pengelolaan pantai Gandoriah kenapa bisa digratiskan untuk pengunjung. Sekilas mirip di Kuta, Bali karena pinggir pantai ada jalan rayanya, yang membedakan kalau di Kuta samping jalan raya adalah tempat BAR, kalau di Gandoriah perumahan warga dan jajanan asli khas Gandoriah.
Pantai Gandoriah
-THE END-
_____________________________________________________
Dan, berakhirlah perjalanan kita di Sumbar. Terima kasih Padang, Danau Singkarak, Bukit Tinggi, & Pariaman telah melihatkan kami akan pesona dan keindahanmu. Suatu saat akan balik lagi, haha kalau jodohnya orang Minang.
Dari Pariaman kami berpamitan menuju bandara Minangkabau untuk kembali ke Jekardahh.
" Dimana bumi di pijak, di situ langit di junjung"
TERIMA KASIH BUMI MINANGKABAU
















.jpg)
.jpg)
.jpg)




.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)